Probiotik, Yoghurt dan Manfaatnya dalam Menjaga Keseimbangan flora normal pencernaan
Abstrak
Saluran pencernaan manusia mengandung kurang lebih 400 spesies bakteri. Normalnya jumlah bakteri yang menguntungkan serta yang merugikan sama, akantetapi karena banyak factor yang mempengaruhi keeimbangan bakteri ini, maka ketika jumlah bakteri yang merugikan meningkat akan timbul penyakit. Probiotik dengan berbagai kemasan produknya saat ini bermanfaat dalam menyeimbangkan bakteri tersebut dengan berbagai mekanisme kerja. Efek lama mengkonsumsi probiotik tidak menunjukkan efek yang signifikan, meskipun dapat berbahaya pada keadaan tertentu. Petunjuk dan keamanan probiotik digunakan agar konsumen tidak mudah dirugikan pada suatu produk probiotik.
Kata Kunci
Probiotik, Yoghurt, Keseimbangan flora normal pencernaan
Pendahuluan
Berbagai produk probiotik banyak dipasarkan dalam bentuk sediaan dengan nama Dahi (India), Gefilus, Valio, Riihimaki, Finland(Finlandia), dan Yoghurt ataupun sebagai tambahan susu formula bayi maupun dewasa. Beberapa penelitian menyebutkan probiotik bermanfaat bagi kesehatan saluran pencernaan.
Sesungguhnya,probiotik ada di saluran pencernaan sebagai flora normal, namun keberadaannya bergantung pada substrat yang terkandung di dalam makanan. Konsumsi probiotik sekaligus prebiotik secra bersamaan dapat menstimulasi pertumbuhan probiotik. Oleh karena probiotik bermanfaat bagi kesehatan, tidak salah banyak konsumen mengincar produk susu formula yang dilengkapi kandungan probiotik.
Probiotik didefinisikan oleh FAO dan WHO sebagai mikroorganisme hidup yang apabila dikonsumsi dalam jumlah yang cukup akan bermanfaat bagi kesehatan, mikroorganisme ini tidak bersifat toksik maupun pathogen.(1)
Yoghurt sendiri merupakan salah satu produk makanan yang mengandung probiotik, yang didefinisikan oleh Codex Alimentarius tahun 1992 sebagai produk susu koagulasi, hasil dari fermentasi asam laktat oleh lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus.(5)
Penelitian tentang probiotik, penemuan strain-strain baruterus dilakukan karena kenaikan level Multi Drug Resisten (MDR) diantara mikroorganisme yang pathogen biasanya di Rumah Sakit, serta penelitian yang menunjukkan keefektifan dan kemanjuran dari penggunaan probiotik membuat penelitian probiotik masih terus dilakukan.
Probiotik
Probiotik dapat berupa jamur ataupun bakteri seperti : Bifidobacterium longum, B. breve, B. infantis, B. bifidum, B. adolescentis, Lactococcus cremoris, L. lactis, Streptococcus thermophillus, Enterococcus faecium, Lactobacillus rhamnosus, L. acidophilus, L. casey, L. bulgaricus, L.gasseri, Sacharomuces baulardii, S. creviceae, bakteri dan jamur yang tergolong probiotik ini memiliki dinding sel muramylpepetidase (strain lactobacillus) memiliki efek pirogenik dan antitumor, layaknya strain bakteri lainnya, strain probiotik ini memiliki endotoxic lipopolysakarida, peptidoglikan, Lipotheichoic acid yang berguna sebagai imunomodulator. Yoghurt berfungsi untuk memenuhi nutrisi yang dipengaruhi oleh factor lingkungan (genetic dan umur mamalia penghasil susu), proses fermentasi (temperature, panas dan strain bakteri yang duiakai) dan sumber susu solid yang diakai sebelum fermentasi.
Roduk robiotik di dalam kemasan
Produk probiotik banyak dipasarkan dalam bentuk kemasan kapsul atau microencasulation dan susu. Beberapa produk dikenal dengan nama Dahi (India), Gefilus, Valio, Riihimaki, Finland (Finlandia) dan yoghurt.
Yoghurt
Yoghurt di dalam tiap sajinya daat mensekresikan vitamin yang larut di dalam air (Vitamin B, B12, Folat), lactose dalam jumlah yang sediikit, protein, liid, dan mineral. Kandungan vitamin di dalam yoghurt lebih nayak berklurang akibat roses fermentasidariada kandungan mineral, vitamin B ada yang digunakan mauun disintesis tergantng dari strain bakterio tersebut.
Di dalam usus normalnya, lactose dihodrolisis oleh enzyme lactase yang dikeluarkan oleh brush boorder usus, akantetapi dengan konsumsi yoghurt, lactose sebelumnya terdapat pada susu sebelum prpses fermentasi, diubah oleh lactase yang diproduksi oleh oleh probiotik di dalam yoghurt, sehingga begityu sampai di saluran pencernaan bisa langsung disera, hal ini membantu orang yang tidak bisa mencerna lactose, meskipun di dalam tiap saji yoghurt mengandung lactose yang daat ditoleransi dibandingkan susu biasa.
Kandungan protein (terutama asamn amino rolin dan glisin) lebih besar dibandingkan dengan susu karena aktivitas roteolitik yang dimiliki oleh probiotik.
Yoghurt sebenarnya rendah lemak, walauun conjugated linoleic acid dihasilkan oleh kerja probiotik di dalam saluran pencernaan.
Mineral yang terdapat di dalam yoghurt, yakni kalsium, magnesium, kalsium dibantu enyeraannya oleh H asam dan vitamin D walauun yoghurt tidak mengandung vitamin D, akantetai bioavailabilitas vitamin D di dalam yoghurt sangat tinggi.(5)
Flora normal saluran pencernaan
Saluran pencernaan manusia dihuni oleh komunitas besar mikroorganisme pathogen dan nonpathogen kurang lebih 40 spesies. Banyak beragam jumnlah mikroorganisme meningkat dari 1 pangkat 23 di lambung sampai 10 pangkat 11—12 CFU/gram di usus.(2) Total pada orang dewasa sebanayk 1 pangkat 14 bakteri. Koloni bakteri ini diawali dari lahir dan keseimbangan jumlahnya diengaruhi oleh enggunaan antibiotik, tingkat kebersihan, sesies lain yang ada di dalam usus, seerti saat masih menyusui, jumlah E. Coli menurun seiring dengan jumlah bifidobacteria yang meningkat. Dalam usus bayitrersebut jumlah ini terus berubah samai ketika dewasa jumlah ini menjadi stabil. Flora di dalam usus ini aktif bermetabolisme berinteraksi dengan epitel usus, sistem imun, CNS, sistem endokrin, aktivitasnya menyeruai hati.(2)
Mikroorganisme tersebut ada yang bernmanfaat mauun yang merugikan seerti bifidobacteria dan lactobacilli yang bermanfaat dan clostridium daaty merugikan kesehatan. Normalnya terdaat keseimbangan keberadaan mikroorganisme yang merugikan kesehatan tersebut. (2) Ketidakseimbangan diengaruhi oleh infeksi Diare, infeksi virus dan imunoinflamatori (allergy, IBD), antibiotik, necritizing enterocolitans pada bayi dan juga dapat rusaknya ertahanan yang dibentuk oleh koloni bakteri dan integritasnya daat terjadi karena stress, sakit, antibiotik, erubahan ola makan, dan fisiologis usus.
Robiotik digunakan untuk menyeimbangkan jumlah ini sehingga selalu dalam keadaan normal yakni jumlah mikroorganisme yang bermanfaat sama dengan jumlah mikroorganisme yang merugikan. Ketidakseimbangan mikroorganisme di dalam saluran encernaan akan menimbulkan sejumlah enyakit saluran encernaan atauun bersifat sistemik karena bakteri athogen daat bersifat endotoxemia khususnya C. Defficile.(1)
Mekanisme menyeimbangkan flora encernaan
Mekanisme otensial yang ertama berkometisi untuk memblok erlekatan (adhesi) virus (rotavirus enyebab diare) bakteri enerotoxigenik dan enteroathogenik (E. Coli, Yersini pseudotuberculosa, Salmonella typhimurium) pada resepyor enterocyte, sel CaCo2 di brush border sehingga dapat mencegah efek buruk, perlekatan dan invasi bakteri kemukosa usus. Selain berkokmpetisi dengan reseptor, probiotik guna menyeimbangkan jumlah flora usus juga berkompetisi dengan peptide dan toxin yang dihasilkan oleh sel endokrin vili, hal ini dipengaruhi oleh pH lambung, garam empedu, enzyme pencernaan, fluiditas membran, serta faktor lain yang mempengaruhi probiotik ke reseptor.
Mekanime yang kedua, yakni probiotik mengaktifkan respon imun. Sistem imun di mukosayang paling utama adalah di GALT (Gut Associated Lymphoid Tissue), tempat induktif di Peyer atches dan komonen efektor SigA(secretory Immunoglobulin). Selain probiotik dapat memodulasi konsentrasi IgA, terutama pada yoghurt IgA terhadap Sakmonella Typhimurium. Baik itu innate respon imun sebagai pertahanan nonspesifik mengaktivasi makrofag di peritoneal, maupun memodulasi produksi cytokine (IL-1B), TNF-a), produksi interferon dan IL-2 oleh T-helper1 dan produksi IL-4, IL5, IL-6, IL10 oleh Theler 2 serta cytokine yang diroduksi oleh makrofag , natural killer cell, IFN gamma mengaktivasi rodiksi cytokine lainnya berguna untuk menghalangi koloni bakteri terbentuk akhirnya menurunkan aktivitas bakteri atau virus.
Mekanisme yang ketiga berua engiriman sinyal keada host untuk menurunkan motilitas dan sekresi usus.
Teori akhir dengan pengeluaran substansi yang menginaktifkan partikel virus seperti diare, serta mengeluarkan substansi antibakterial bakteriocin dan lacticin yang memiliki aktivitas antihelicobacter.
Manfaat probiotk
Antidiare
Antihelicobacter
Inflammatory Bowel Disease
Antikanker
Bakterial vaginosis
Laxative
Anjuran konsumsi probiotik
Efek lama mengkonsumsi yoghurt tidak mengindikasikan erubahan signifikan aabila yoghurt berahan lama di usus.(5) Probiotik aman dikonsumsi untuk beberapa bulan pada bayi untuk penggunaan jangka panjang, ajantetapi efek buruknya seerti bakteremia aabila dikonsumsi lebih dari satu tahun pada populasi umum. Studi yang meneliti efek penggunaan jangka panjang probiotik pada anak-anak di day care centers, yang bertujuan apakah dapat mengurangi infeksi pada pernapasan dan saluran pencernaan atau justru sebaliknya. Studi ini menunjukkan pemberian robiotik sebesar 200mL setiap hari kepada artisian (anak-anak diantara 18 day care centers di Finland) yang sehat, tidak menderita alergi makanan, susu sapi, lactosa kepada 282 untuk gru lactobacillus dan 289 anak untuk lacebo. Dilaorkan oleh orangtua mereka terjadi 15% enurunan angka ketidakhadiran ada day care centers ada emberian rutin selama tujuh bulan dibandingkan efek ada lacebo dan erubahan signifikan terjadi dimana infeksi saluran ernaasan lebih rendah ada grup penerima probiotik(lactobacillus) dan peresepan antibiotik yang dilaporkan oleh dokteryang memeriksa menurun pada grup ini.(3)
Memanfaatkan probiotik secara bijaksana perlu diperhatikan karena emberian terai (dosis dan waktu yang lama) daat menurunkan imunitas tubuh , tidak semua reson imun tubuh menguntungkan hostnya, salah satunya dinding sel bakteri muramylpeptidase dapat menimbulkan efek pyrogeniik (menyebabkan terjadinya demam) dan tidak cocok untuk aktivitas mukosa meskipun strain lactobacillus mengaktifkan makrofag dan menstimulasi sIgA.
Petunjuk dan keamanan probiotik
Standar produk probiotik yang baik dapat dilihat berdasarkan guideline (1), sebelum produk atau probiotik tersebut dipergunakan, bakteri itu harus dites kualitas dan kelayakannya. Strain tersebut harus dapat diidentifikasikan berdasarkan genus dan spesiesnya kemudian nomenclaturnya didaftarkan pada Approved List of Bacterial Names, penggunaan probiotik harus memiliki design sehingga mudah dikenali. Setelah didentifikasikan strain tersebut harus diuji secara in vivo untuk mengetahui fungsi mikroorganisme tersebut di dalam tubuh dan secara in vitro untuk mengetahui pertahanan mikroorganisme itu terhadap pemakai.
Organisme digunakan untuk kepentingan manusia tidak boleh menimbulkan resiko yang signifikan pada manusia seperti E. Coli tidak masuk kedalam strain probiotik karena kebanyakan dari strainnya bersifat pathogen. Organisme yang aman dipergunakan meliputi juga memperkecil tranfer gen bersifat resisten. Kriteria aman diketahui melalui tes resistensi antibiotik, aktivitas metabolisme, produksi toxin, aktivitas hemolisis, infeksi terhadap hewan immunocompromissed, efek samping terhadap manusia, insiden lain terkait konsumen.
Setelah melalui ahapan uji keamanan probiotik perlu dilanjutkan dengan studi klinis fase 2 untuk mencari kemanjuran obat dibandingkan placebo, studi klinis fase 3 untuk mengetahui keefektifan produk dibandingkan dengan standar terapi.
Apabila suatu produk probiotik telah melewati hingga studi klinis fase 3 baru bisa diberikan claim atau label seperti disampaikan dalam beberapa publikasi bahwa probiotik berguna sebagai antidiare.(1)
Kesimpulan
Probiotik sangat bermanfaat bagi kesehatan terutama dalam mnejaga keseimbangan flora dalam saluran pencernaan melalui mekanisme yang dapat menurunkan kadar mikroorganisme pathogen di dalam tubuh, baik dalam memblok reseptor, mengeluarkan substansi dalam menghancurkan mikroorganisme pathogen.
Probiotik yang aman bila telah melalui berbagai uji keamanan dan studi klinis, tersedia dalam, berbagai macam sajian kapsul atau sussu, dengan mengandung single strain maupun kombinasi, penggunaan strain kombinasi lebih baik karena melihat kemampuan masng-masing strain dapat dilengkapi dengan strain lainnya seperti VSL 3.Perkembangan probiotik sudah mengarah kepada pembentukan vaksin.Penggunaan probiotik bersamaan dengan prebiotik akan meningkakan pertumbuhan flora probiotik tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Clinical Microbiology Review
- Reid. G, Jass.J, Sebulsky.Tom.M, McCormick.John K, 2003.Potential Uses of Probiotics in Clinical Practice.American Society for Microbiology.16:658-672
Available at : www.bmjjournals.com
Review
- H S Gill, F Guarner, 2003. Probiotics ang Human Health:a clinical perspective.Postgrad Med J.80-516-526
Available at:www.pmj.bmjjournals.com on January 2006
Paper
- Hatakka K, Savilahi E, Ponka A, Meurman, Jukka H, Poussa, Tuija, Nase, Leena, Saxelin M, Korpella R, 2001. Effect og long term consumption of probiotik milk on infections in children attending day care center:double blind, randomized trial.BMK.322
Available at : www.bmj.com on 5 January 2006
Review Article
- Macfarlane, George T, Cumming, John H, 1999.Probiotics and prebiotics : can regulating the activities oh intestinal bacteria benefit health? (Education and debate).BMJ.318:999-1003
Available at : www.bmj.com on 5 January 2006
Review Article
- Adolfsson,Oskar,Meydani, Simin Nikbin, and Russel, Robbert M, 2004.Yoghurt anf Gut Function (1,2).American Society for Clinical Nutrition 80: 245-256
Available at : www.ajcn.org on 6 January 2006